Thursday, November 8, 2018

Catatan Seorang Idealis Muda : Jadi Centrist, Leftist, atau Kapitalis ?


Kembali lagi bersama dengan saya dengan segala pembahasan yang berasal dari catatan dan perjalanan kehidupan saya sendiri. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang menjadi Kapitalis, Centrist, atau Leftist, dan mana yang lebih benar. Dalam kejadian yang diambil oleh penulis kali ini, saya akan menggunakan pandangan pribadi saya untuk menilai mana yang lebih benar dan juga pandangan dari sekitar saya mengenai hal tersebut. Semoga dengan adanya tulisan pendek ini, dapat menjadi suatu cakrawala pengetahuan yang baru bagi teman-teman berpikir saya semuanya.

Sebelum kita masuk ke dalam pembahasan yang ada, saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu Kapitalis, Centrist, ataupun Leftist dari beberapa sumber yang telah dibaca. Pertama-tama, kita mulai dari kapitalis. Kapitalis artinya adalah seseorang yang menganut ideology atau pandangan hidup dalam ranah kapitalisme. Sedangkan, kapitalisme itu sendiri berarti suatu ideology atau pandangan hidup dimana seluruh alat-alat produksi dan modal juga industry dikuasai oleh pihak swasta dengan tujuan meraih keuntungan sebesar-besarnya. Sehingga, Kapitalis adalah seseorang yang menganut paham bahwa seuruh industry, alat produksi, dan modal harus dikuasai oleh pihak swasta demi meraih keuntungan sebesar-besarnya.

Berlanjut dari kapitalis, kita akan menilik apa itu leftist. Leftist dalam artian sempit adalah setiap orang yang menganut ideology sosialisme ala marx dan segenap sosialisme turunannya beserta jenis-jenis sosialisme lainnya. Namun, dalam artian yang lebih luas, leftist adalah seseorang yang berusaha memperjuangkan kebebasan dan kesetaraan di bidang ekonomi khususnya. Seorang leftist cenderung berpikiran bercorak sosialisme dan menggaungkan kesetaraan dalam berbagai aspek. Juga, seorang leftist akan berusaha untuk menolak adanya fasisme dan segala bentuk ekonomi kapitalisme. Leftist akan berusaha untuk menggunakan industry dan segala jenis alat produksi demi kepentingan bersama, dan dalam ranah yang sangat ekstrim, dikuasai oleh negara.

Hal terakhir yang kita bahas pengertiannya adalah Centrist. Seorang Centrist dapat diartikan sebagai suatu pihak atau individu yang tidak berpandangan condong ke arah kanan ( Kapitalis) ataupun kiri (Leftist/Sosialis). Seorang centrist seringkali hanya mengambil keuntungan dari kedua pandangan yang ada dan membuang segala keburukannya. Kebanyakan seorang centrist tidak akan terlalu berpihak pada satu pandangan di atas dan dalam praktik yang paling nyata, berlaku moderat kepada sesama. Namun, tidak ada satupun orang di dunia ini yang murni Centrist. Semua orang ataupun kelompok di dunia ini tetap akan sedikit condong kepada Kapitalisme ataupun Sosialisme. Sehingga, muncullah suatu istilah Left-Centrist ataupun Right-Centrist.

Lantas, manakah yang lebih baik tuk dijadikan arah hidup kita? Apakah sebagai leftist, kapitalis, atau Centrist?

Dalam pandangan penulis sendiri, jalan yang paling baik tuk dipilih oleh segenap umat manusia adalah menjadi Left-Centrist. Meskipun dianggap sebagai Centrist yang memiliki jiwa sosialis ataupun kapitalis, seorang left-centrist pastinya lebih mementingkan kesetaraan di dalam bidang ekonomi dan politik. Dalam pandangan penulis, hal ini adalah suatu jalan yang baik. Hal itu dikarenakan, semua orang dalam naluri dasarnya selalu ingin mementingkan diri sendiri, tetapi dalam hal yang lain semua orang juga ingin melihat orang lain bahagia. Sekalipun, dia adalah seorang kapitalis sejati ataupun leftist sejati.

Sebagai bukti nyata, orang terkaya di dunia, Bill Gates, mendirikan sebuah lembaga amal. Uang dan harta yang digelontorkan oleh Bill Gates tentunya tidaklah sedikit. Lewat hal ini juga, Bill Gates telah membantu banyak sekali orang, khususnya di dataran Afrika. Banyak anak-anak yang bisa sembuh dari penyakit mereka dan merasakan apa itu hidup yang sebenarnya lewat yayasan amal Bill Gates ini. Yayasan yang bernama “Bill and Melinda Gates Foundation” ini telah membantu banyak anak-anak di dunia untuk bisa bersekolah dan mendapatkan perawatan kesehatan. Yayasan ini juga didukung oleh konglomerat luar biasa yaitu Warren Buffet. Hal ini membuktikan kalau Bill Gates merupakan seseorang yang menginginkan egalitarianism di dalam hal ini. Tetapi, jika kita melihat lagi ke hal lain, Bill Gates adalah seorang kapitalis yang luar biasa.

Hal-hal tersebut sangat membuktikan kalau Bill Gates yang merupakan seorang kapitalis tetap memiliki kekuatan sosialis dalam dirinya. Oleh sebab itu, Bill Gates dapatlah kita golongkan pada orang Right-Centrist. Dan hal tersebut juga membuktikan kalau menjadi centrist adalah yang terbaik.

Lantas, adakah beberapa orang yang memiliki pandangan atau ideology yang cenderung Left-Centrist yang dapat dijadikan sebagai bukti? Tentu saja ada. Jawabannya yang paling mudah adalah Bapa Proklamator Indonesia, Soekarno. Beliau adalah seorang leftist yang juga memiliki kemampuan layaknya seorang kapitalis dengan membawa negara ini kepada kebangkitan dari Inflasi gila-gilaan 650%. Meskipun banyak orang yang menganggap Soekarno hidup di masa yang buruk, dia bisa dibilang sebagai salah satu presiden terkuat Indonesia. Ia adalah seorang Left-Centrist yang luar biasa membuat kesetaraan sosial di Indonesia lewat gerakan Nasakomnya tanpa menghilangkan adanya kapitalisme, sehingga terjadi keseimbangan yang baik di dalam keadaan sosial masyarakat. Banyak pembangunan yang dalam perspektif berbeda dapat menurunkan angka pengangguran, tetapi dalam hal lain menambah banyaknya beban keuangan negara saat itu.

Dengan kedua bukti di atas, maka penulis pun meyakini kalau menjadi seorang Left-Centrist adalah hal yang terbaik bagi kebanyakan orang. Dikarenakan dengan berkurangnya kesenjangan sosial tetapi diikuti dengan keuntungan-keuntungan dari sector swasta, kesejahteraan akan dapat dicapai dengan baik lewat bantuan campur tangan negara yang sewajarnya.

Lalu, apakah menurut pandangan sekitar penulis akan hal ini?

Pandangan sekitar penulis yang didominasi oleh muslim moderat, menganjurkan untuk menjadi Centrist. Sehingga, benarlah kalau menjadi Centrist adalah yang terbaik. Namun, centrist yang mereka maksud bisa saja adalah seorang Right-Centrist ataupun sama seperti penulis yaitu Left-Centrist.

Lantas, jika centrist adalah yang terbaik menurut penulis ataupun sekitar penulis, bagaimana dengan Leftist dan Kapitalis?

Leftist dalam ranah yang ekstrim lebih baik tidak usah hidup di dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. Hal tersebut hanya akan menjadi sebuah parasite dalam tubuh Bangsa Indonesia sendiri. Seperti peristiwa G30S/PKI yang disebabkan oleh golongan leftist ekstrem yang membuat bangsa ini harus kehilangan 7 Perwira terbaiknya.

Sehingga, penulis menyarankan untuk tidaklah sekali-kali menjadi seorang leftist ekstrim. Lebih baik seribu kali hidup tanpa pandangan hidup daripada menjadi seorang leftist ekstrim. Leftist ekstrim sama saja dengan mendukung adanya pemaksaan akan kehendak orang lain yang bukannya menyejahterakan, malah menghancurkan sesuatu yang baik.

Lalu, untuk kapitalis, lebih baik seribu kali jangan pernah menyentuh hal tersebut jikalau telah mencapai titik Kapitalisme ekstrim. Seorang kapitalis yang murni kapitalis akan menghalalkan segala cara untuk menggapai keuntungan. Termasuk di dalamnya adalah korupsi dan merugikan teman-teman ataupun rekan kerjanya sendiri. Menjadi seorang kapitalis murni tidaklah butuh kekayaan yang banyak, cukup otak licik dan haus akan uang saja sudah cukup. Sesungguhnya, seorang kapitalis adalah orang yang paling miskin di dunia ini. Sungguh kapitalisme adalah jalan paling licik dan kotor dalam bidang ekonomi maupun politik.

Alangkah baiknya seorang kapitalis tidak beragama. Karena, jikalau mereka beragama, saya rasa Tuhan akan malu melihat umatnya seperti itu. Memeras orang lain dan juga menghalalkan segala cara hanya demi uang yang sungguh tidak dapat dibawa mati. Bukan hanya dengan cara lama seperti korupsi, namun juga dengan memengaruhi orang lain supaya menjadi sama sepertinya. Keegoisan seorang kapitalis, saya rasa itu adalah hal yang paling beracun di dunia.

Sekian tulisan saya dan pandangan saya mengenai Kapitalis, Centrist, dan Leftist, juga dimanakah yang paling baik menurut saya dan sekitar saya. Semoga tulisan ini bisa memberkati dan membuat semua yang membacanya terbuka wawasannya.